Minggu, 19 Juni 2016

Macet Kala Hujan

Hujan adalah fenomena alam yang bisa dijumpai di manapun. Bahkan di beberapa negara subtropis yang biasanya turun hujan salju. Namun di Indonesia, hujan ini adalah sesuatu yang umum; apalagi di musim hujan. Tetapi memang persebaran intensitas hujan ini tidak merata untuk beberapa daerah tertentu, yakni ada daerah yang tidak cukup subur atau kurang mendapat curah hujan yang cukup tetapi ada yang berlebih. Di tahun 2016 ini, Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya merasakan curah hujan yang turun cukup lebat hingga bulan Juni 2016; tetapi hujan malah turun agak jarang di Bulan April sebelumnya. Hal ini bisa berdampak positif atau negatif tergantung dari sudut mana melihat.

Jalanan yang basah karena hujan. sumber: commons.wikimedia.org/Pablo Andrés Ortega Chávez

Rental Sewa Mobil Innova di Surabaya merasakan bahwa di saat hujan deras, jalanan bisa menjadi macet atau setidaknya timbul antrian pada jalan tersebut. Mengapa demikian?
Mungkin ada beberapa hal yang mendasarinya:

1. Timbul genangan sehingga orang pun cenderung menghindar dari genangan tersebut. Genangan air yang muncul sering tidak terlihat bening kala hujan turun akibat tercampur lumpur dan material jalan serta debu dari angin yang beterbangan. Hal ini membuat banyak pengendara menghindari genangan (karena tidak terlihat dasarnya) dan memilih badan jalan yang tidak digenangi air. Hal ini adalah langkah yang dilakukan oleh banyak orang meski seandainya tidak diatur dalam perundangan sekalipun. Seperti yang Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya kutip berikut (lihat pada butir 'c'):

UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas—Pasal 116
(1) Pengemudi harus memperlambat kendaraannya sesuai dengan Rambu Lalu Lintas.
(2) Selain sesuai dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pengemudi harus memperlambat kendaraannya jika:
a. akan melewati Kendaraan Bermotor Umum yang sedang menurunkan dan menaikkan Penumpang;
b. akan melewati Kendaraan Tidak Bermotor yang ditarik oleh hewan, hewan yang ditunggangi, atau hewan yang digiring;
c. cuaca hujan dan/atau genangan air;
d. memasuki pusat kegiatan masyarakat yang belum dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas;
e. mendekati persimpangan atau perlintasan sebidang kereta api; dan/atau
f. melihat dan mengetahui ada Pejalan Kaki yang akan menyeberang.

Jalanan yang berkabut. Di banyak tempat, hal ini diakibatkan oleh uap air/hujan/salju.
sumber; commons.wikimedia.org/Thermos

Terlepas dari perundangan, Rental Mobil Pregio di Surabaya sendiri agaknya menemukan satu berita ganjil dimana pengalihan lalin untuk menghindari genangan tersebut malah menggunakan trotoar: http://www.otosia.com/berita/salut-polantas-ini-bantu-surutkan-banjir-di-jalan-raya.html, padahal trotoar sendiri adalah hak pejalan kaki, dan masih ada sisi jalan sebelah kanan yang bisa dilewati (tidak terlalu tinggi genangannya dibandingkan di bagian sisi kiri jalan). Lalu bagaimana pejalan kaki bisa menggunakan haknya untuk melewati trotoar tersebut?

2. Banyak orang memperlambat laju kendaraannya karena pandangan yang terbatas. Angin yang bercampur air hujan biasanya akan mudah menghempas kaca/pandangan helm pengendara. Kebiasaan melambat ini tidak terkecuali dilakukan di siang hari meski jarak pandangan cenderung lebih jauh dan sinar mentari cukup benderang walaupun saat mendung gelap sekalipun (setidaknya Indonesia biasanya bukan termasuk jalur umum angin topan/tornado sehingga jalanan tidak akan terlampau gelap saat siang hari). Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya sendiri mempunyai armada yang cukup bandel dengan wiper yang berfungsi baik, namun hal ini juga tidak lantas membuat sopir tetap memacu kencang kendaraannya dan lebih memilih meningkatkan kewaspadaannya. Selain itu kita biasanya menemui dedaunan atau bebungaan ringan yang mudah melayang dan berguguran oleh hujan serta turut membatasi pandangan.

3. Jalanan aspal akan berubah licin saat hujan, disamping lumpur dan debu membuat jalanan menjadi sangat licin dan bisa menyebabkan ban selip. Selain itu, kendaraan bisa 'mengapung' atau terangkatnya ban yang disebut sebagai Aquaplanning. Selain jalanan aspal juga bisa demikian, antara lain jalanan beton yang pernah dilewati Rental Mobil Surabaya di daerah Mayjen Sungkono.

Rambu peringatan jalanan akan licin saat hujan/basah. Kebetulan pada gambar ini tak hanya basah, tapi banjir.
sumber: commons.wikimedia.org/lordphantom74


4. Adanya pohon atau sesuatu yang tumbang, atau kecelakaan lain. Angin yang kencang bisa saja merobohkan pohon bahkan papan iklan (billboard). Hal ini bisa terjadi karena akar yang kurang kokoh, atau konstruksi yang kurang mantap. Namun bisa jadi karena kekuatan angin ini sendiri. Jika bukan karena ada yang tumbang, mungkin juga mereka melambat karena ada petir yang menyambar macam ini:



Tapi bisa juga berasal dari penyebab lain semacam gardu listrik yang meledak atau sejenisnya. Kekagetan terkadang memang bisa membuat orang mengerem tiba-tiba untuk mengecek dan melihat sekelilingnya.

5. Pengendara mengurangi laju kendaraannya karena kendaraan di depannya juga cenderung melambat. Berbeda dengan beberapa butir di atas, ada juga tipe pengendara yang tergolong tidak peduli dan tetap kencang memacu kendaraannya saat hujan deras. Hanya, pengendara bak raja jalanan seperti ini agaknya tak ingin mengambil resiko tabrakan dengan kendaraan depannya yang bisa berpikir lain kala hujan turun. Sementara itu, Rental Sewa Mobil Murah di Surabaya biasa menemui pengendara motor yang berjejer di pinggir kiri jalan untuk mengenakan jas hujan. Hal ini bisa jadi akan membuat banyak pengendara memperlambat karena adanya ruang/lajur jalan yang tersendat sementara oleh pengendara sepeda motor ini.

Itulah beberapa poin yang bisa membuat antrian kendaraan di jalan kala hujan tiba. Meskipun tak dapat dipungkiri juga bahwa terkadang kita mendapati satu jalanan bisa renggang dan mempunyai ruang lebih banyak saat turunnya hujan. Karena jalanan yang biasanya didominasi oleh sepeda motor akan berkurang volumenya saat beberapa pengendara motor ini memilih berteduh.

Dan akhirnya, baik saat hujan maupun tidak, semoga Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat dan kita semua dapat meneruskan perilaku berkendara yang bijak supaya dapat menginspirasi pengendara lain sekaligus turut mengurangi angka kecelakaan yang sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar